PesonaKalimantan – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat akan bahaya serius penyakit campak. Ia menegaskan, tingkat penularan campak jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19, bahkan bisa mencapai 18 kali lipat.
“Campak jauh lebih berbahaya dalam hal penularan. Satu orang penderita campak dapat menulari hingga 18 orang lainnya,” ujar Budi dalam keterangan pers, Kamis (28/8/2025).
Kementerian Kesehatan mencatat, saat ini sudah ada sejumlah daerah di Indonesia yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi wabah yang lebih luas bila tidak segera ditangani.
Menurut Menkes, salah satu langkah pencegahan utama adalah menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi, khususnya pada anak-anak. Rendahnya cakupan imunisasi di beberapa wilayah disebut menjadi faktor utama penyebaran penyakit ini.
“Imunisasi adalah kunci. Kalau cakupan imunisasi di bawah 95 persen, risiko KLB sangat besar,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul bintik merah di kulit. Jika gejala tersebut muncul, Budi mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kemenkes juga memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan daerah, rumah sakit, dan puskesmas, serta menurunkan tim surveilans epidemiologi ke wilayah yang melaporkan KLB.
“Ini bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga menyangkut keselamatan bersama. Semua pihak harus bekerja sama agar wabah bisa kita cegah dan kendalikan,” tegas Budi.